“Semakin dewasa, semakin banyak yang harus dikejar, tapi banyak juga yang harus direlakan. Sesekali gapapa ngeluh pada semesta, nangis sebentar juga boleh. Air matamu berhak untuk teriak, karena tuannya sudah terlalu lelah berjuang.”
Dalam menulis buku ini, akan kuperkenalkan sosok anak laki-laki kecil yang suka bermain di pinggir pantai. la bungsu tapi ia tidak pernah menamai dirinya bungsu, karena baginya, di bagian mana saja kita lahir di sana isinya tanggung jawab masing-masing. Anak kecil tadi suka berlayar bersama pamannya melintasi Bakauheni-Merak hingga kembali lagi Merak-Bakauheni. Pamannya seorang nahkoda kapal Fe…
Semua orang gak harus paham sama kita. Dan memang bukan kewajiban orang lain buat mengerti keadaan kita. Jadilah perawat untuk dirimu sendiri. Pahami betul, bagian mana yang luka? Lalu sembuhkan sendiri. Caranya sama kok, kayak waktu kamu nyembuhin orang lain. Kamu pandai kan nyembuhin orang lain? Masa untuk nyembuhin diri sendiri gak bisa.
Ketawanya renyah banget. Pasti lukanya dalem, ya? Larinya jauh banget, pasti sembuhnya susah. Rasa ini terlalu lucu, ya; untuk diseriusin. Padahal bukan siapa-siapa. Jadi ternyata bener, ya kamu emang gak pernah serius, dan bahkan di antara kita kayaknya cuma ada aku sendirian, gak beneran ada kamu, kan? Yang paling excited siapa? yang paling fast respons siapa? Aku semua, kan? aku…
Mungkin kita sama, sedang berjuang melawan semua pikiran-pikiran jahat di kepala. Dengan dalih “aku kuat, kok”, kita selalu memaksakan diri untuk menjadi siapa pun yang orang lain minta. Satu-satunya yang bisa dipeluk, hanyalah diri sendiri. Saat semuanya sedang begitu melelahkan, kadang menjadi diri sendiri di kamar, itu cukup melegakan. Aku malu menunjukkan sisi lainku yang ini, s…